Kota Palangka Raya- Meubel di Jalan Piere Tendean, Kelurahan Pahandut Seberang, Palangka Raya, hangus dilalap si jago merah pada Kamis (3/7/2025) malam. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 23.15 WIB tersebut menghancurkan bangunan berkonstruksi kayu seluas 10×14 meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Bangunan Kosong Saat Terjadi Kebakaran
Kepala Bagian Operasi Dinas Pemadam Kebamaran dan Penyelamatan (DKPP) Palangka Raya, Sucipto, menjelaskan bahwa bangunan tersebut merupakan milik Rahmad (40), warga Jalan G Obos VIII, Palangka Raya. Saat kejadian, bangunan tersebut dalam keadaan kosong karena pemiliknya hanya beraktivitas di siang hari.
Diduga Akibat Korsleting Listrik
Sucipto mengungkapkan bahwa di lokasi kejadian terdapat aliran listrik yang diduga menjadi pemicu kebakaran. Faktor lain yang memperparah situasi adalah tumpukan serbuk kayu kering yang telah menumpuk selama bertahun-tahun, membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan.
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 30 menit. Namun, kerusakan yang terjadi sudah terlalu parah, mengakibatkan bangunan dan seluruh isinya ludes terbakar.
“Sementara waktu diduga akibat aliran listrik, untuk penyelidikan selanjutnya urusan pihak kepolisian,” jelas Sucipto.
Kerugian Material Mencapai Rp 50 Juta
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material yang diderita cukup besar. Perkiraan sementara mencapai Rp 50 juta, termasuk kerusakan bangunan, peralatan kerja, dan bahan baku mebel yang tersimpan di dalamnya.

Baca Juga: Urban Farming Bibit Cabai dan Tanaman Buah Tarik Perhatian Warga Palangka Raya Saat CFD
Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang turut berkontribusi.
Kesadaran Masyarakat Terhadap Bahaya Kebakaran
Kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tempat-tempat yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti kayu, kertas, atau bahan kimia. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
-
Pemeriksaan Instalasi Listrik Secara Berkala – Pastikan tidak ada kabel yang mengelupas atau hubungan arus pendek yang berpotensi memicu kebakaran.
-
Menjaga Kebersihan Lokasi Kerja – Serbuk kayu, tumpukan kertas, atau sampah kering harus dibersihkan secara rutin untuk mengurangi risiko kebakaran.
-
Penyediaan Alat Pemadam Kebakaran – Memiliki APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di tempat usaha dapat membantu meminimalisir kerugian jika terjadi kebakaran kecil.
-
Memastikan Bangunan Memiliki Ventilasi yang Cukup – Sirkulasi udara yang baik dapat mengurangi akumulasi panas dan gas yang mudah terbakar.
Kecepatan respons tim pemadam kebakaran dan relawan setempat patut diapresiasi. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengendalikan api sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemadaman. Kerja sama yang baik antara petugas dan warga sangat penting dalam menangani bencana seperti ini,” tambah Sucipto.
Bagi Rahmad, pemilik usaha mebel, kejadian ini tentu menjadi pukulan berat. Selain kehilangan tempat usaha, ia juga kehilangan bahan baku dan peralatan kerja yang menjadi sumber penghasilannya.
Warga sekitar berharap pemerintah atau pihak terkait dapat memberikan bantuan untuk memulihkan usaha Rahmad. Beberapa tetangga juga menyatakan kesediaan untuk membantu secara sukarela.
Pelajaran dari Tragedi Kebakaran Ini
Insiden kebakaran di Pahandut Seberang ini menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran, terutama di daerah dengan banyak bangunan kayu dan tumpukan bahan mudah terbakar.
Pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran dan melakukan inspeksi rutin terhadap bangunan-bangunan berisiko tinggi.
Kebakaran di Palangka Raya yang menghanguskan usaha mebel milik Rahmad menyisakan duka dan kerugian material yang tidak sedikit. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesadaran akan keselamatan dan pencegahan kebakaran.
Dengan kerja sama antara masyarakat, petugas pemadam kebakaran, dan pihak berwenang, diharapkan kejadian serupa dapat dihindari di masa depan.
















